Esther Mamangkey Harumkan Nama Manado, Masuk Enam Besar Peragaan Kebaya Noni Hari Kebaya Nasional

15

Manado || Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther T.J. Mamangkey, SE., MM., mengharumkan nama Kota Manado setelah berhasil masuk dalam enam besar terbaik pada ajang Peragaan Pakaian Kebaya Noni yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Kebaya Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara, di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Senin (20/7/2026).

 

Ajang yang diikuti oleh berbagai peserta dari organisasi perempuan dan instansi di Sulawesi Utara tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan Kebaya Noni sebagai salah satu kekayaan budaya daerah. Dengan penampilan yang anggun dan penuh percaya diri, Esther Mamangkey berhasil mencuri perhatian dewan juri hingga masuk dalam jajaran enam peserta terbaik.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ny. Anik Yulius Selvanus. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga eksistensi kebaya sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus dikenakan dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai identitas perempuan Indonesia.

Selain peragaan busana, acara juga menghadirkan sesi edukasi mengenai filosofi Kebaya Noni yang disampaikan oleh Coreta Louise Kapoyos. Edukasi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta dan masyarakat mengenai nilai sejarah, filosofi, serta keunikan Kebaya Noni yang menjadi bagian dari warisan budaya tak benda Indonesia.

Sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado sekaligus Ketua IWABSUGO, Esther Mamangkey menilai pelestarian budaya melalui kebaya memiliki peran penting dalam mendukung promosi pariwisata daerah. Menurutnya, budaya merupakan salah satu aset yang dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Sulawesi Utara.

Keberhasilan Esther Mamangkey masuk enam besar dalam ajang tersebut menjadi kebanggaan bagi Kota Manado sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya mempromosikan sektor pariwisata.

Melalui momentum Hari Kebaya Nasional, semangat mencintai dan melestarikan kebaya diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga warisan budaya bangsa tetap lestari dan semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.Adve

Leave A Reply

Your email address will not be published.